-->
skip to main | skip to sidebar

Laman

Guguslatih Bahasa dan Seni

Blog Resmi Guguslatih Bahasa dan Seni

Ads 468x60px

Labels

  • Agenda Terdekat (21)
  • ARTIKEL (7)
  • Download (5)
  • Karya Bocah Base (2)
  • KEGIATAN (9)
  • Materi (24)
  • P3K (3)
  • Permainan (3)
  • Saka (2)
Logo Design by FlamingText.com Ing Ngarsa Sung Tulada, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani
  • Home
  • Profil
  • Brangkas
    • Galeri
    • Video
  • Tools
    • Download
    • Tutorial
  • Contact Us
    • Facebook
    • Twitter
    • Google+
  • OKPT 2015
    • TENTANG
    • COCARD
    • PERLENGKAPAN
    • Grup eFBi
    • KELOMPOK
  • PTR 2015
    • TENTANG
    • PTR
  • Form Biodata
  • Pesan Kakak
Bagi kakak-kakak yang ingin mengirimkan/menyumbangkan inspirasi/karyanya silahkan kirim ke alamat email Guguslatih Bahasa dan Seni “guslatbase.gl2@gmail.com” (tanpa petik) dan silahkan disertakan biodata lengkap kakak (nama, nim, dan jurusan). Setelah mengirimkan bisa konfirmasi ke nomer berikut 085727277232/085740156082 agar bisa segera diproses. Terima kasih

Tahapan Menjadi Anggota Racana Wijaya

Tahapannya:
1. Orientasi Kepramukaan Perguruan Tinggi (OKPT)
2. Penerimaan Tamu Racana (PTR)
3. Pendidikan dan Pelatihan (Diklat)
4. Pelantikan Anggota Racana (PAR)

Racana Wijaya Link

  • Racana Wijaya
  • Guguslatih Ilmu Pendidikan
  • Guguslatih Bahasa dan Seni
  • Guguslatih Ilmu Sosial
  • Guguslatih Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
  • Guguslatih Teknik
  • Guguslatih Ilmu Keolahragaan
  • Guguslatih Ekonomi
  • Guguslatih Hukum

Terpopuler Base

Chat Base

GL 2 Mention Terpopuler

Tweet tentang "#GuslatBase"

Kirim Pesan Buat GL 2 (PESAN KAKAK)

Nama

Email *

Pesan *

Penulis yg baik adalah Pembaca yang baik Pembicara yang baik adalahPendengar yang baik

Pengikut

Flag Counter
Diberdayakan oleh Blogger.

Langganan

Postingan
Atom
Postingan
Semua Komentar
Atom
Semua Komentar
Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 21 September 2013

Jiwa Kepramukaan Bisa Jadi Pemimpin Amanah dan Adil


“Kalianlah sesungguhnya calon-calon pemimpin di masa yang akan datang dengan bekal jiwa kepramukaan. Dengan nilai-nilai kepramukaan yang terus bersemayam di dalam dada kalian semua, insya Allah kelak menjadi pemimpin-pemimpin bangsa ini yang amanah, adil, dan mengutamakan kesejahteraan masyarakat Indonesia seluruhnya,” kata Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan (PR III) Prof Masrukhi, saat membuka Senior Rovers Scout Creativity se-Indonesia ke-5, Jumat (20/9) di halaman rektorat kampus Universitas Negeri Semarang (Unnes).

Prof Masrukhi yang juga sebagai Kamabigus Unnes mengemukakan kegiatan ini memberi wadah kreativitas pramuka sebagai ajang silaturahmi diantara peserta, sharing pengalaman, kepanduan, kepramukaan yang ada di pangkalan masing-masing. Kita bisa mengsharkan keunggulan-keunggulan apa kepramukaan di masing-masing perguruan tinggi.

Kampus Unnes adalah kampus konservasi, kata Prof Masrukhi, silakan nikmati bersama dibawah panduan panitia. “Apa itu makna konservasi yang mengusung 7 pilar,” katanya.

Salah satu yang kita rasakan di kampus ini tidak ada lalu lalang kendaraan bermotor, yang ada hanyalah keheningan, sunyi, kicauan burung, dan gesekan dedaunan pohon tertiup angin. “Inilah kampus Unnes sebagai universitas konservasi, barang kali baru satu-satunya universitas di Indonesia,” kata Prof Masrukhi.

Abdul Syukur ketua sangga kerja melaporkan kegiatan diikuti 20 perguruan tinggi berjumlah 77 orang diantaranya Universitas Negeri Surabaya (Unesa), ITB, ITS, Universitas Lampung (Unila), Stain Palangkaraya, IAIN Antasari Banjarmasin, UNS Surakakarta, Undip, IKIP Madiun, Universitas Padjadjaran Bandung (Unpad), dan Universitas Batanghari Jambi.

Abdul Syukur menambahkan kegiatan ini berlangsung 5 hari mulai Kamis sampai dengan Senin (19-23/9) meliputi Lomba poster, gagasan kepramukaan, keterampilan, wawasan.


Sumber



Data ini dibangkitkan pada: 21-09-2013 10:58:35 WIB
Diposting oleh Guslat Base di 10.58 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: ARTIKEL

Jumat, 26 Juli 2013

Orientasi Kepramukaan Perguruan Tinggi (OKPT) Unnes (upper) Zonder Kemah, Tetap Asyik


HARSEM/PANJI JOKO SATRIO
Kaharmabigus Masrukhi saat meninjau OKPT di Guslat Fakultas Bahasa dan Seni (FBS)

PRAMUKA identik dengan kemah, api unggun, dan kegiatan alam lain. Tapi Orientasi Kepramukaan Perguruan Tinggi (OKPT) di Unnes ternyata lain. Tak ada kemah, api unggun, mencari jejak, atau morse. Mengapa? Apakah semata-mata karena bertepatan dengan bulan Ramadan?

Selama dua hari mulai kemarin, sebanyak 5.310 mahasiswa baru Unnes mengikuti OKPT. Sebagian peserta adalah mahasiswa jurusan kependidikan yang memang diwajibkan mengikuti, serta mahasiswa nonkependidikan yang ikut dengan sukarela. Kegiatan merupakan gawe Racana Wijaya (tingkat Universitas), namun dilakukan di gugus latih (guslat) di masing-masing fakultas.

Pembina Satuan Pramuka Unnes, Wagiran mengatakan sengaja zonder kemah. "Bahkan, kegiatan kami batasi maksimal pukul satu siang harus sudah selesai," jelas dosen Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) ini.
Acara hari pertama "hanya" ceramah dari beberapa pembicara, di antaranya Ketua Kwarda Jateng Prof S Budi Prayitno dengan tema Aku Bangga Jadi Pramuka. 

Selain karena bertepatan dengan bulan Ramadan serta jumlah peserta yang terlalu banyak, juga karena kepramukaan di kampus lebih mengedepankan intelektual dan keorganisasian. "Pramuka Unnes akan diarahkan menjadi pilar konservasi," jelasnya.

Meski zonder kemah, Ketua Harian Majelis Pembimbing Gugus Depan (Kaharmabigus) Masrukhi menjamin acara tetap asyik. "Pramuka adalah kegiatan fun dan menyenangkan. Jadi semua unsur kegiatan harus didesain secara menyenangkan pula," jelasnya saat meninjau kegiatan di Guslat FBS.

Agar tak kering dari kegiatan outdoor, hari ini akan diadakan berbagai atraksi. "Ada banyak, di antaranya pioneering, outbound, fun games, dan lainnya. Penampilan dari Racana Wijaya dan guslat tiap fakultas," ungkap Masrukhi yang juga Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan ini.

Sementara anggota Mabigus Agus Wahyudin yang juga Pembantu Rektor Bidang Akademik mengingatkan fungsi pramuka sebagai model pembentukan karakter. "Mahasiswa harus punya karakter kuat ketika tampil di masyarakat. Harus menjadi pribadi tangguh, yang bisa dilatih melalui pramuka," ungkapnya saat memberi sambutan di Guslat Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP).

Menurut Agus Wahyudin, mahasiswa tak cukup hanya menimba ilmu di kampus dalam bentuk kuliah. "Kuliah adalah paket pembelajaran yang memang wajib dilalui, tapi kualitas individu tergantung pencarian masing-masing mahasiswa," pesannya.

Salah satu peserta, Isyana dari Jurusan PGSD mengaku kegiatan relatif seru. "Seru karena ada yel-yel dan atraksi lain. Apalagi besok (hari ini, red) banyak kegiatan outdoor," jelas mahasiswa asal Ungaran ini.


Sumber


Data ini dibangkitkan pada: 26-07-2013 22:00:00 WIB
Diposting oleh Guslat Base di 22.00 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: ARTIKEL

Sabtu, 20 Juli 2013

Mahasiswa Baru Wajib Ikuti Orientasi Kepramukaan


Semua mahasiswa baru Universitas Negeri Semarang (Unnes) tahun akademik 2013/2014 diwajibkan mengikuti Orientasi Kepramukaan Perguruan Tinggi (OKPT) Unnes. Kegiatan akan dilaksanakan Kamis dan Jumat, 22 – 23Agustus di fakultas masing-masing.

Hal itu disampaikan Kepala Biro Administrasi Akademik Kemahasiswaan dan Kerjasama (BAAKK) Drs Heri Kismaryono MM, Jumat (19/7), di Kampus Sekaran Gunungpati.
Orientasi itu, menurut Heri, membantu dan mendorong mahasiswa baru untuk beradaptasi dalam hal psikologi, sosial, dan budaya.

OKPT sebagai bagian awal dari proses belajar di kampus berfungsi meletakkan dasar pembinaan bagi mahasiswa baru untuk mengetahui dan memahami kehidupan kampus Unnes. “Diharapkan mahasiswa patuh dan taat pada norma-norma yang berada di lingkungannya,” katanya.

Heri juga menambahkan, pola pembinaan gerakan pramuka memiliki nilai-nilai dan norma sosial yang sangat relevan dengan kehidupan di perguruan tinggi. “Kegiatan ini bertujuan membentuk pribadi pemikir dan pemimpin tangguh. Pribadi mahasiswa yang diharapkan mampu menjadi pelopor perjuangan dan pembangunan moral bangsa,” tegas Heri Kis.

Selama mengikuti kegiatan, peserta wajib berseragam pramuka lengkap. Penjelasan lebih lanjut akan disampikan saat temu teknis di fakultas masing-masing atau kunjungi laman http://pramuka.unnes.ac.id/. Dalam OKPT, peserta tidak dikenai biaya tambahan administratif.
Kampus Humanis

Dikemukakan pula, untuk mewujudkan kampus yang humanis, dilaksanakan pula kebijakan transportasi ramah lingkungan (green transportation). Pada hari dan jam kerja, kendaraan bermotor dilarang masuk area kampus.

“Jika semua warga kampus berjalan kaki atau bersepeda, akan ada saling sapa dan kekeluargaan pun semakin erat. Selain itu, kami ingin mengajarkan praktik mencintai lingkungan hidup kepada mahasiswa yang kelak menjadi pemimpin bangsa,” katanya berharap.

Sumber


Data ini dibangkitkan pada: 19-07-2013 00:27:21 WIB
Diposting oleh Guslat Base di 00.27 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: ARTIKEL

Jumat, 19 Juli 2013

Mahasiswa Baru Wajib Bawa Tanaman


Setiap mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) wajib peduli terhadap lingkungan dan keanekaragaman hayati khususnya keanekaragaman flora.

Demikian juga dengan mahasiswa baru Unnes, bukan hanya peduli tetapi wajib membawa tanaman yang telah ditentukan.

Pernyataan tersebut dikemukakan Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan Unnes Prof Masrukhi, Kamis (18/7) di Kampus Sekaran Gunungpati.

Adapun jenis dan klasifikasi tanaman, menurut Prof Masrukhi dibagi sesuai fakultasnya, FIP Kamboja kuning, bambu jenis ori, bambu petung, peingapus, dan berbagai tanaman obat. FBS, kenanga, manggis, bungur. FIS, cempaka mulya, nangka, duwet.

Untuk FMIPA, berbagai jenis melati, tanaman pokok alternatif pangan misalnya gembili, ganyongh, suwek, dan lain lain serta sansivera. FT, vendana, bambu jenis ori, petung, pringapus, dan beringin.

Sedangkan FIK, kapel, bambu jenis ori, petung, pringapus, dan asem kranji. FE gaharu, salam, pohon kupu-kupu. FH, kemuning, asam jawa, flamboyan. Pasca, sawo kecik, tanjung bisbul.

“Spesifikasi tanaman juga diatur, ketinggian bibit pohon minimal 1 meter, jenis bambu 75 Cm dengan diameter 2 Cm, tanaman obat dan tanaman pokok alternatif pangan minimal 1 meter, “ kata Prof Masrukhi.

Tanaman diserahkan pada penanggung jawab penanaman di fakultas masing-masing (7 – 11/10). Adapun lokasi dan waktu penanaman akan ditentukan berdasarkan kesepakatan fakultas dan Badan Pengembang Konservasi Unnes, “setelah penanaman mahasiswa wajib mengisi SIOMON, Sistem Informasi Monitoring Penanaman Pohon, “ tegasnya

Sumber


Data ini dibangkitkan pada: 18-07-2013 23:32:32 WIB
Diposting oleh Guslat Base di 23.32 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: ARTIKEL

Senin, 01 Juli 2013

Tutorial Download

Ini adalah tutorial yang dikhususkan kepada kakak-kakak yang kesusahan mendownload file, juga sebagai panduan download untuk kakak-kakak. Langkah pertama adalah :
  1. Klik link nya, kemudian akan muncul gambar berikut
  2. Tunggu beberapa menit, kemudian klik skip seperti pada gambar
  3. Lanjutkan langkah pertama dan kedua kemudian muncul gambar seperti di bawah
  4. klik "click here...  bla... bla... bla... , kemudian akan muncul gambar seperti dibawah ini, sebelum klik download now! hilangkan terlebih dahulu tanda centang!
  5. Klik download, simpan di tempat yang kakak inginkan
Diposting oleh Guslat Base di 00.00 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: ARTIKEL

Rabu, 19 Juni 2013

TOKOH PRAMUKA YANG PATUT DIKENANG





Siapa tak kenal H Mashudi dan H Mutahar? Dua tokoh besar ini merupakan orang yang amat berjasa besar dalam dunia kepanduan di tanah air. Dalam perjalanan karirnya, Mashudi juga merupakan tokoh yang berjasa besar dalam pembangunan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Sedangkan H Mutahar pun berhasil menciptakan lagu Syukur, salah satu judul lagu paling terkenal yang dibuatnya pada 7 September 1944.

Tokoh Pramuka Letjen (Purn) Dr (HC) H Mashudi adalah lulusan Technische Hogeschool, Bandung, Jawa Barat, dikenal sangat dekat di hati anak-anak muda. Di balik aktivitasnya di dunia kepanduan, Mashudi merupakan tokoh yang berjasa besar dalam pembangunan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) atau dulu dikenal dengan IKIP Bandung.Beliau menjadi dewan penyantun UPI selama puluhan tahun. Bahkan, dalam keadaan sakit, dia berusaha untuk ikut dalam pemilihan rektor UPI.
Di bidang kepanduan, jabatan yang dipegangnya tak sedikit. Tak heran beliau disebut-sebut sebagai "Lord Baden Powel"-nya Indonesia. Beliau telah aktif dalam jabatan struktural Gerakan Pramuka sejak 1961, sebagai Ketua Majelis Pembimbing Pramuka Jawa Barat, tatkala beliau menjabat Gubernur Jabar (1960-1970). Dia pun sempat menjabat Wakil Ketua MPRS (1967-1972). Kemudian 1974, dipercaya menjadi Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jabar dan ditunjuk menjadi Wakil Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka. Lalu sempat menjabat Pjs Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka menggantikan Sarbini (1974-1978). Dalam Munas Gerakan Pramuka di Bukit Tinggi, Sumatera Barat, 1978, dia terpilih secara aklamasi menjadi Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka hingga 1993.
Lewat sentuhan tangan dinginnya, Gerakan Pramuka berkembang pesat menjadi organisasi kepanduan terbesar di dunia. Kepramukaan juga menjadi dikenal luas di Tanah Air. Tak heran bila akhirnya World Organization of Scout Movement (WOSM) menganugerahi Bronze Wolf Award, penghargaan tertinggi dalam dunia kepanduan. Hanya ada empat orang Indonesia yang tercatat pernah menerima Bronze Wolf Award. Selain Mashudi, mereka adalah almarhum Sri Sultan Hamengku Buwono IX, almarhum H Azis Saleh, dan almarhum Liem Beng Kiat.
Sayangnya, sosok yang dikenal tegas, disiplin namun akrab ini telah meninggal diusianya yang ke-85, seminggu setelah menerima penghargaan khusus dari minggu setelah Komite Kepanduan Asia-Pasifik. Yaitu pada tanggal 22 Juni 2005 lalu dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Cikutra, Bandung.

Husein Mutahar
Komponis besar Tanah Air, H Mutahar telah wafat pada tanggal 9 Juni 2005 lalu dalam usia 88 tahun. Sebelum wafatnya, Kwarnas Pramuka sebenarnya telah berencana mengadakan konser untuk memperdengarkan karya-karya mantan ajudan Bung Karno ini. Tercatat, 199 lagu menjadi karyanya. Hingga akhir hayatnya, Mutahar tetap melajang. Namun, tokoh kepanduan Indonesia pada era 1945-1961 ini memiliki delapan orang anak angkat.
Lagu Syukur merupakan salah satu judul lagu paling terkenal yang dibuatnya pada tanggal 7 September 1944 setelah menyaksikan banyak warga Semarang, kota kelahirannya, bisa bertahan hidup dengan hanya memakan bekicot. Pak Mut, demikian ia akrab disapa, juga menciptakan mars yang menggelegak. Karyanya yang terkenal adalah Hari Merdeka. Dan ia pun banyak menulis lagu-lagu Pramuka. Mantan duta besar Italia ini terlibat Pramuka sejak awal lembaga kepanduan berdiri. Ia juga penggagas Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka). IR/RW

(Kak Vera)




Diposting oleh Guslat Base di 14.33 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: ARTIKEL

Minggu, 16 Juni 2013

SEJARAH GERAKAN PRAMUKA INDONESIA

 Yulia Mutiara Ahyadini

Sejarah gerakan pramuka Indonesia - Kenyataan sejarah menunjukkan bahwa pemuda Indonesia mempunyai saham besar dalam pergerakan perjuangan kemerdekaan Indonesia serta ada dan berkembangnya pendidikan kepramukaan nasional Indonesia. Dalam perkembangan pendidikan kepramukaan itu tampak adanya dorongan dan semangat untuk bersatu, namun terdapat gejala adanya berorganisasi yang Bhinneka.

Organisasi kepramukaan di Indonesia dimulai oleh adanya cabang “Nederlandse Padvinders Organisatie” (NPO) pada tahun 1912, yang pada saat pecahnya Perang Dunia I memiliki kwartir [[besar sendiri serta kemudian berganti nama menjadi “Nederlands-Indische Padvinders Vereeniging” (NIPV) pada tahun 1916. Organisasi Kepramukaan yang diprakarsai oleh bangsa Indonesia adalah Javaanse Padvinders Organisatie; berdiri atas prakarsa S.P. Mangkunegara VII pada tahun 1916.

Kenyataan bahwa kepramukaan itu senapas dengan pergerakan nasional, seperti tersebut di atas dapat diperhatikan pada adanya “Padvinder Muhammadiyah” yang pada 1920 berganti nama menjadi “Hisbul Wathon” (HW); “Nationale Padvinderij” yang didirikan oleh Budi Utomo; Syarikat Islam mendirikan “Syarikat Islam Afdeling Padvinderij” yang kemudian diganti menjadi “Syarikat Islam Afdeling Pandu” dan lebih dikenal dengan SIAP, Nationale Islamietishe Padvinderij (NATIPIJ) didirikan oleh Jong Islamieten Bond (JIB) dan Indonesisch Nationale Padvinders Organisatie (INPO) didirikan oleh Pemuda Indonesia. 

Hasrat bersatu bagi organisasi kepramukaan Indonesia waktu itu tampak mulai dengan terbentuknya PAPI yaitu “Persaudaraan Antara Pandu Indonesia” merupakan federasi dari Pandu Kebangsaan, INPO, SIAP, NATIPIJ dan PPS pada tanggal 23 Mei 1928. Federasi ini tidak dapat bertahan lama, karena niat adanya fusi, akibatnya pada 1930 berdirilah Kepanduan Bangsa Indonesia (KBI) yang dirintis oleh tokoh dari Jong Java Padvinders/Pandu Kebangsaan (JJP/PK), INPO dan PPS (JJP-Jong Java Padvinderij); PK-Pandu Kebangsaan). PAPI kemudian berkembang menjadi Badan Pusat Persaudaraan Kepanduan Indonesia (BPPKI) pada bulan April 1938.

Sejarah gerakan pramuka Indonesia - Antara tahun 1928-1935 bermuncullah gerakan kepramukaan Indonesia baik yang bernafas utama kebangsaan maupun bernafas agama. kepramukaan yang bernafas kebangsaan dapat dicatat Pandu Indonesia (PI), Padvinders Organisatie Pasundan (POP), Pandu Kesultanan (PK), Sinar Pandu Kita (SPK) dan Kepanduan Rakyat Indonesia (KRI). Sedangkan yang bernafas agama Pandu Ansor, Al Wathoni, Hizbul Wathon, Kepanduan Islam Indonesia (KII), Islamitische Padvinders Organisatie (IPO), Tri Darma (Kristen), Kepanduan Azas Katholik Indonesia (KAKI), Kepanduan Masehi Indonesia (KMI).

Sebagai upaya untuk menggalang kesatuan dan persatuan, Badan Pusat Persaudaraan Kepanduan Indonesia BPPKI merencanakan “All Indonesian Jamboree”. Rencana ini mengalami beberapa perubahan baik dalam waktu pelaksanaan maupun nama kegiatan, yang kemudian disepakati diganti dengan “Perkemahan Kepanduan Indonesia Oemoem” disingkat PERKINO dan dilaksanakan pada tanggal 19-23 Juli 1941 di Yogyakarta. Nah, itulah sekilas mengenai sejarah gerakan pramuka Indonesia mudah-mudahan bermanfaat. 

Diposting oleh Guslat Base di 11.44 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: ARTIKEL
Postingan Lama Beranda
Langganan: Postingan (Atom)

Social Icons

Kontributor

  • Guslat Base
  • Unknown
  • Unknown

Baru Komentar

Recent Comments Blogger Widget

Arsip Blog

  • ▼  2016 (1)
    • ▼  September (1)
      • [20160823] OKPT 2016 - Dance Panitia OKPT GL-2 (Ka...
  • ►  2014 (2)
    • ►  Mei (2)
  • ►  2013 (72)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (3)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  September (4)
    • ►  Agustus (8)
    • ►  Juli (7)
    • ►  Juni (24)
    • ►  Mei (14)
    • ►  April (6)
    • ►  Maret (2)
 
Copyright (c) 2013 Guguslatih Bahasa dan Seni | Designed for Kabid Humasker